Site icon BeritaJar

Cegah Anak Terkena Penyakit Malaria

Dokumentas Gambar dr. Vica Natalia Gonga

Oleh : dr. Vica Natalia Gonga

Malaria merupakan salah satu penyakit yang mengancam jiwa, yang disebabkan oleh parasite malaria (Plasmodium) yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Diketahui terdapat beberapa jenis plasmodium malaria yang dapat menginfeks imanusia, antara lain: Plasmodium falciparum, Plasmodium ovale, Plasmodium Vivax, Plasmodium malariae. Plasmodium falciparum dan Plasmodium Vivax yang  merupakan ancaman terbesar.

Selain melalui gigitan nyamuk, lingkungan juga beperan penting dalam penyebab terjadinya penyakit malaria. Hal ini disebabkan karena nyamuk Anopheles bertelur di air, yang menetas menjadi larva, akhirnya muncul sebagai nyamuk dewasa. Nyamuk betina mencari makan darah untuk memelihara telur mereka. Setiap spesies nyamuk Anopheles menyukai perairan seperti genangan air yang kecil dan dangkal yang biasanya terdapat selama musim hujan di negara-negara tropis.

Kondisi iklim juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup nyamuk seperti pola curah hujan, suhu dan kelembaban. Epidemi malaria dapat terjadi ketika iklim dan kondisi lain tiba-tiba mendukung untuk terjadinya penularan di daerah tersebut, dan menyerang individu yang tidak memiliki kekebalan terhadap malaria seperti anak- anak, atau pada individu dengan kekebalan rendah pindah ke daerah dengan penularan malaria tinggi.

Pada tahun 2019, WHO mengatakan kemungkinan terdapat 229 juta kasus malaria di dunia, 67% kematian terutama pada anak. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2018, terdapat 99.7% malaria di wilayah Afrika yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, 50% di wilayah Asia Tenggara, 71% kasus di Mediterania Timur dan 65% di Pasifik Barat. Sedangkan di Amerika terdapat 75% kasus malaria yang disebabkan oleh Plasmodium Vivax.

Di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa wilayah yang memiliki kasus malaria tertinggi seperti Papua, Papua Barat dan Maluku. Pada Tahun 2019, kasus malaria di Indonesia sekitar 250.644 kasus. Malaria selain menyerang orang dewasa dapat juga menyerang anak- anak, di dapatkan data tahun 2019 sebanyak 39% kasus atau sekitar 96.959 kasus yang terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun, 14% atau sekitar 36.293 kasus terjadi pada balita dan sekitar 2% atau 3.858 kasus malaria terjadi pada anak bayi.

Pada anak maupun orang dewasa malaria ditandai dengan gejala demam, nyeri kepala, dan menggigil serta mengeluarkan banyak keringat dan dapat berulang tergantung dari jenis malaria yang di derita, selain itu di dapatkan juga gejala seperti nyeri otot, mual, muntah dan keleleahan. Malaria dapat menyebabkan anemia dan penyakit kuning (kuning pada mata) karena hilangnya sel darah merah. Jika tidak segera diobati, infeksi dapat menjadi parah dan dapat menyebabkan gagal ginjal, kejang, kebingungan mental, koma, dan kematian.

Gejala malaria biasanya timbul kurang lebih 10- 15 hari setelah di gigit nyamuk. Anak dibawah usia 5 tahun merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap tertularnya penyakit malaria dan dapat menimbulkan gejala yang parah. Anak-anakdengan malaria berat sering mengalami satu atau lebih gejala berikut: anemia berat, gangguan pernapasan sehubungan dengan asidosis metabolik, atau malaria serebral.

Untuk memastikan seseorang mengalami malaria atau tidak, perlu dilakukan test tetesan darah yang kemudian dilihat dengan menggunakan mikroskop untuk menilai apakah adanya plasmodiuma tau tidak. Jika mengalami gejala seperti malaria dan adanya riwayat berpergian ke area endemik malaria, dapat dicurigai individu tersebut mengalami malaria dan harus segera dilakukan test tanpa penundaan.

Malaria dapat dicegah terutama pencegahan dapat dilakukan pada kelompok yang beresiko tinggi seperti anak- anak khususnya di karenakan imunitas pada anak masih rendah, sehingga pencegahan malaria dapat dilakukan dengan cara: (1) mengontrol vector untuk mencegah terjadinya penularan; (2) menggunakan kelambu berinsektisda saat tidur malam; (3) membatasi anak bermain di luar rumah hingga larut malam; (4) kenakan baju tidur lengan panjang dan celana panjang pada anak; (5) usahakan ventilasi rumah tertutup dengan kain kasa, menutup pintu rapat saat tidur; (6) mengoleskan obat nyamuk sebelum tidur; serta (7) menyemprotkan obat nyamuk di rumah.

Catatan untuk orang tua, jika anak demam dan tidak sembuh selama 3 hari setelah minum obat atau mengalami gejala malaria baiknya segera bawa anak untuk diperiksakan oleh petugas kesehatan dan agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Exit mobile version