Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE resmi membuka Konferensi Cabang Ke-6 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Maria de Fatima Dobo, Kamis (9/9/2021) di Aula Cendrawasih.
Muin Sogalrey dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wanita Katolik Republik Indonesia merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan sekaligus keagamaan yang memiliki tugas sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Republik Indonesia khususnya dalam pemberdayaan perempuan.
Lanjut dikatakan, organisasi juga menjadi mitra bagi gereja katolik dan juga melihat fenomena yang terjadi di dalam kehidupan sosial perempuan yang pada waktu itu dianggap memiliki batasan-batasan yang membuat kaum perempuan menjadi terbelakang dari kaum laki-laki.
“Melihat fenomena ini, Wanita Katolik Republik Indonesia menggerakan para kaum perempuan katolik untuk membantu para perempuan lain agar menjadi lebih baik,” ucap Sogalrey.
Selain sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengurus kehidupan sosial perempuan, WKRI juga merupakan salah satu organisasi keagamaan yang beranggotakan perempuan-perempuan Indonesia yang beragama Katolik, dimana organisasi ini berperan sebagai fasilitator bagi perempuan-perempuan Katolik untuk mengembangkan kreatifitas di bidang kerohanian.
“Organisasi yang bernaung dibawah Kementrian agama ini, biasanya bertempat di Gereja-gereja Katolik di seluruh wilayah negara Indonesia,” ujar Wakil Bupati Aru.
Dijelaskannya, Organisasi yang berdiri pada tanggal 26 juni 1924 digagas dan didirikan oleh R. Ay. Maria Sulastri ini telah menjadi salah satu organisasi yang menjadi patokan bagi banyak kaum wanita di Indonesia khususnya wanita katolik Indonesia.
“WKRI adalah organisasi kemasyarakatan yang berbentuk badan hukum dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No J.A.5/23/8 tanggal 5 Pebruari 1952 dan sesuai dengan ketentuan UU RI No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan,” jelasnya lagi.
Selain itu dijelaskan, Perempuan Katholik Republik Indonesia Cabang Santa Maria de Fatima Dobo, agar secara kolektif mengambil peran untuk membangun tata nilai yang benar sesuai ajaran iman dengan kesadaran berbelas kasih, budaya kaum perempuan untuk berani melibatkan diri dan berarti bagi kehendak Allah.
“Wanita Katholik Republik Indonesia Siap Membangun Ekonomi Yang Bermartabat Dalam Kehidupan Keluarga Gereja dan Masyarakat, itulah tema konfercab kali ini, oleh karena ini saya mengajak dan mengharapkan kerjasama para Wanita Katolik untuk bersama-sama kami Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dalam membangun dan menciptakan ekonomi yang bermartabat di tengah masa pendemi covid-19 ini,” ajak Sogalrey.
WKRI, jelasnya juga berperan sebagai ibu yang bertanggung jawab memastikan generasi penerus gereja yang baik yang tidak mengalami degradasi moral anak-anak.
“Semoga Konfercab ini dapat menghasilkan keputusan yang berguna dalam menjalankan roda organisasi ke depan, mari kita membangun kekompakan, menata kehidupan organisasi yang kita cintai ini dengan memperhatikan visi-misi WKRI yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan sekitar dan sesama dengan sikap asih, asah dan asuh,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati berpesan kepada para ibu yang menjadi anggota WKRI cabang Santa Maria de Fatima Dobo; Pertama, jadilah ibu yang bijak dan berkualitas. Ibu yang bijak dan berkualitas adalah ibu yang mau mendidik dan membimbing putra-putrinya dengan spiritualitas Kasih;
Kedua, jadilah anggota WKRI yang yang terbuka dan mau bekerja sama dengan organisasi wanita lainnya, seperti PKK, DWP dan ormas perempuan lainnya.
“Ketiga, dalam menyusun program kerja tidak perlu muluk-muluk, tetapi buatlah program sederhana dan menyentuh masyarakat khususnya dalam bidang penguatan ekonomi, seperti kunjungan atau tourney ke kampung-kampung,” pesan Muin.
Wakil Bupati dua periode ini juga mengingatkan bahwa sebuah organisasi akan maju kalau dalam dirinya ada kemauan dan semangat untuk berkembang.
“Untuk itulah saya berharap Semoga Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Maria de Fatima Dobo sungguh mampu mewujudkan dirinya dalam kehadiran, karya dan pelayanan sebagai gerakan yang membudayakan keadilan dan perdamaian di Bumi Jar Garia / Sar Kwarisa,” tutupnya.

