Site icon BeritaJar

Kolestrol? Bahaya atau Tidak?

Oleh : dr. Stephanie Sugiharto

Kolestrol merupakan suatu zat seperti lemak yang bisa ditemukan dalam aliran darah, organ tubuh dan serabut saraf. Sebagian besar kolesterol dalam tubuh dibuat oleh hati dan dapat ditemukan pada berbagai macam makanan, terutama dari makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti yang ditemukan dalam produk hewani. Diet tinggi lemak jenuh, keturunan, dan berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes dapat mempengaruhi tingkat kolesterol seseorang.

Kolestrol sebenarnya memiliki fungsi yang baik untuk tubuh yaitu menjaga keutuhan dari sel tubuh dan juga berfungsi untuk pembentukan zat yang penting bagi tubuh yaitu hormon steroid, asam empedu, dan vitamin D. Dimana hormon steroid membantu mengontrol metabolisme, mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan garam dan air dan membentuk perkembangan karakteristik seksual.

Sedangkan fungsi asam empedu yaitu membantu penyerapan lemak ke dalam tubuh. Vitamin D juga memiliki fungsi yang baik untuk tubuh yaitu untuk penyerapan kalsium, menjaga fungsi kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang, otot, dan jantung.

Tetapi jika asupan makanan mengandung kolestrol yang tinggi maka akan dianggap sebagai faktor risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan penyakit yang menyerang pembuluh darah.

Umumnya jika didapatkan kadar kolestrol dalam darah tinggi, maka tidak akan timbul gejala yang jelas tetapi biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin atau sampai mencapai tahap bahaya seperti munculnya gejala stroke atau serangan jantung.

Beberapa cara terbaik untuk mencegah peningkatan kolestrol :

1. Pilih makanan yang sehat
Batasi makanan yang tinggi lemak jenuh. Lemak jenuh berasal dari produk hewani (seperti keju, daging berlemak, dan produk susu) dan minyak tropis (seperti minyak sawit). Makanan yang tinggi lemak jenuh biasanya kadar kolestrol yang tinggi. Makan makanan yang secara alami tinggi serat, seperti oatmeal dan kacang-kacangan serta makanan yang mengandung lemak tak jenuh, yang dapat ditemukan dalam alpukat, minyak nabati seperti minyak zaitun, dan kacang-kacangan.

2. Lakukan Aktifitas fisik
Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari harimu. Gunakan tangga daripada menggunakan lift, parkir sedikit lebih jauh, atau juga bisa dengan berjalan ke toko.

3. Hindari merokok
Merokok dapat menyebabkan kerusakkan pada pembuluh darah, mempercepat pengerasan pembuluh darah, dan sangat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika Anda tidak merokok, maka janganlah memulai untuk merokok. Jika Anda merokok, maka berhentilah agar dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Kurangi konsumsi alkohol
Terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan kadar kolesterol dan kadar trigliserida dalam darah. Hindari minum alkohol terlalu banyak, pada pria seharusnya tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari dua per hari, dan wanita tidak boleh lebih dari satu minuman per hari.

 

 

Exit mobile version