Oleh : dr. Stephanie Sugiharto
Glukosa adalah bentuk gula yang berada di dalam darah, dimana glukosa merupakan sumber utama bahan bakar untuk tubuh kita. Ketika makanan kita dicerna, glukosa masuk ke dalam aliran darah kemudian sel tubuh kita menggunakan glukosa sebagai energi untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Namun, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh kita tanpa adanya insulin.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Setelah makan, pankreas secara otomatis melepaskan jumlah insulin yang cukup untuk memindahkan glukosa yang ada dalam darah kita ke dalam sel, setelah saat glukosa dapat memasuki sel, kadar glukosa darah akan menurun.
Seseorang dengan diabetes memiliki kondisi di mana jumlah glukosa dalam darah terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, tidak menghasilkan insulin, atau memiliki sel yang tidak merespon dengan baik terhadap insulin yang dihasilkan pankreas.
Hal Ini menyebabkan terlalu banyak glukosa menumpuk dalam darah sehingga glukosa darah akan keluar dari tubuh melalui air seni. Jadi, meskipun didapatkan glukosa dalam jumlah yang banyak di dalam darah, sel tidak mendapatkan energi.
Diabetes memiliki berberapa jenis yaitu :
- Diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak bisa memproduksi hormon insulin sama sekali sehingga terjadi peningkatan kadar gula dalam darah. Sehingga pada diabetes tipe 1, memerlukan bantuan pengobatan berupa suntikan hormon insulin seumur hidup dan penderita diabetes tipe 1 juga harus memastikan kadar glukosa darah yang tepat dengan melakukan tes gula darah rutin dan mengikuti diet khusus. Orang dengan diabetes tipe 1 biasanya berkisar sebelum usia 40 tahun, sering pada masa dewasa awal atau masa remaja.
- Diabetes tipe 2
Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk melakukan fungsi yang tepat, atau sel-sel dalam tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang terbanyak didapatkan daripada jenis diabetes yang lain. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.
Diabetes memiliki berberapa gejala seperti :
Sering buang air kecil, merasa sangat haus, merasa sangat lapar meskipun sudah makan, sering merasa kelelahan, penglihatan kabur, memiliki luka yang lama sembuhnya, penurunan berat badan, kesemutan, nyeri, atau mati rasa di tangan/kaki.
Fakto Resiko terjadinya diabetes
Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas, orang dengan usia 45 tahun atau lebih, orang dengan riwayat penyakit keluarga diabetes, orang yang kurang melakukan aktivitas fisik, serta orang dengan kadar kolestrol dan tekanan darah yang tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terjadinya diabetes.
Bagaimana cara menegakkan diagnosa Diabetes?
Tes gula darah merupakan jenis pemeriksaan yang wajib dilakukan untuk menentukan adanya suatu penyakit diabetes. Berberapa jenis tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien adalah :
- Test gula darah puasa
Pasien diwajibkan untuk puasa sebelum melakukan pemeriksaan gula darah, dimana puasa yang dimaksudkan adalah tidak ada asupan makanan minimal 8 jam. Dikatakan menderita diabetes jika didapatkan kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dL.
- Test gula darah sewaktu
Pada test gula darah sewaktu, pasien tidak diperlukan untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika didapatkan hasil tes gula darah sewaktu diatas 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
- Test toleransi glukosa
Tes ini dilakukan dengan cara meminta pasien untuk berpuasa selama minimal 8 jam, kemudian akan dilakukan pengukuran tes gula darah puasa. Setelah dilakukan pengukuran tes gula darah puasa, pasien akan diminta untuk minum larutan gula dan 2 jam dari setelah minum larutan gula tersebut pasien akan dilakukan pengukuran gula darah kembali. Jika didapatkan hasil tes gula darah sewaktu diatas 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
- Test Hba1c
Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata selama 3 bulan terakhir. Jika didapatkan hasil tes HbA1C di atas 6,5%, hal ini bisa menunjukkan bahwa pasien menderita diabetes.
Cara mencegah terjadinya Diabetes?
Pada diabetes tipe 1, kondisi ini tidak bisa dicegah karena penyebabnya masih belum terlalu jelas. Sedangkan diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan cara :
- Batasi penggunaan karbohidrat kompleks seperti nasi, lontong, roti, ketan, jagung dan kentang. Hindari penggunaan sumber karbohidrat sederhana / mudah diserap seperti gula pasir, gula jawa, sirup, selai, manisan, buah-buahan, susu kental manis, minuman botol ringan, dodol, es krim, kue-kue manis, bolu, tarcis, abon, dendeng, dan sarden
- Mempertahankan berat badan yang ideal
- Gaya hidup aktif yang mencakup aktivitas fisik secara teratur
- Identifikasi sejak dini pada orang yang berisiko terkena diabetes mellitus tipe 2
- Mengidentifikasi orang dengan risiko tinggi seperti orang dengan hipertensi, diabetes dan penyakit jantung
- Berhenti merokok

