Oleh : dr. Stephanie Sugiharto
Apa itu Tekanan darah?
Tekanan darah merupakan suatu tekanan yang berasal dari jantung yang berfungsi untuk menggerakkan darah keseluruh tubuh sehingga sangat penting pada sistem sirkulasi tubuh manusia. Tekanan darah tinggi atau yang disebut dengan hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya di dalam dunia medis karena penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian pada setiap orang.
Apa itu Hipertensi?
Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana seseorang yang mempunyai tekanan darah di dalam tubuh berada di atas batas normal sesuai dengan aturan medis yaitu sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Hipertensi sering disebut ‘the silent killer’ karena tidak menunjukkan gejala awal dan secara bersamaan, merupakan faktor risiko terjadinya gagal jantung, penyakit arteri koroner, stroke, penyakit ginjal, dan penyakit arteri perifer.
Bagaimana cara kita untuk mendeteksi adanya hipertensi?
Hipertensi dapat kita deteksi dengan menggunakan alat yang disebut sebagai tensimeter. Pengukuran tekanan darah dilakukan di ruangan yang tenang dengan suhu yang nyaman. Sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah sebaiknya tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman berkafein dan tidak berolahraga 30 menit sebelumnya. Kemudian kita harus duduk tenang selama 3-5 menit, menyandarkan tangan di atas meja dengan lengan bagian tengah diletakkan setinggi jantung. Kemudian akan dilakukan pemasangan manset pada bagian lengan atas dan dilakukan pengukuran tekanan darah.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi?
Didapatkan 2 macam faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi, faktor yang tidak bisa diubah dan faktor yang dapat diubah. Faktor yang tidak bisa diubah adalah usia, jenis kelamin, dan ras. Resiko terjadinya hipertensi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Laki-laki memiliki insiden hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan pada usia yang sama sampai dekade keenam kehidupan. Sedangkan faktor yang bisa diubah adalah, diet atau makanan. Diet yang terlalu tinggi natrium bisa meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi. Makan terlalu banyak natrium atau elemen dalam garam dapur dapat meningkatkan tekanan darah.
Sebagian besar natrium yang kita makan berasal dari makanan olahan dan makanan yang berasal dari restoran. Kurangnya aktifitas fisik juga bisa meningkatkan resiko terjadinya hipertensi, melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu jantung dan pembuluh darah kita tetap kuat dan sehat dan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu kita untuk menjaga agar berat badan tetap ideal. Konsumsi alkohol berlebihan juga merupakan faktor kuat untuk terjadinya hipertensi, wanita tidak boleh konsumsi minuman beralkohol lebih dari satu gelas sehari, sedangkan pria tidak boleh konsumsi minuman beralkohol lebih dari dua gelas sehari.
Merokok juga meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi. Merokok dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Kandungan nikotin yang berada dalam rokok bisa meningkatkan tekanan darah, dan kandungan karbon monoksida yang dihasilkan dari proses merokok mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah.
Bagaimana penanganan hipertensi?
Pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara merubah gaya hidup. Hindari atau batasi konsumsi makanan tinggi garam, seperti kecap, makanan cepat saji, dan makanan olahan termasuk roti dan sereal yang tinggi garam.
Selain itu, hindari konsumsi kopi, teh hijau, dan teh hitam secara berlebihan. Batasi konsumsi alkohol, wanita tidak boleh konsumsi minuman beralkohol lebih dari satu gelas sehari, sedangkan pria tidak boleh konsumsi minuman beralkohol lebih dari dua gelas sehari. Lakukan aktifitas fisik seperti latihan aerobik dengan intensitas sedang seperti berjalan, jogging, bersepeda, yoga, atau berenang selama 30 menit sebanyak 5 –7 kali per minggu. Yang tidak kalah penting juga adalah hindari merokok dan stress berlebihan.
Jika sudah dilakukan perubahan gaya hidup selama 3 bulan tetapi tidak mengalami perubahan, maka butuh penanganan lebih lanjut dari dokter berupa pemberian obat-obatan anti hipertensi.

