Dobo, BeritaJar.com: Sangat miris ratus pasien Isolasi mandiri (Isoman) tidak pernah diperhatikan oleh tim gugus Kabupaten Kepulauan Aru.
Kondisi ini sering terjadi berulang-ulang kali di kota Dobo selama pandemi covid-19 di Aru. Apalagi beberapa bulan terakhir, jumlah pasien covid-19 melonjak draktis.
Salah satu pasien covid-19 Isoman inisial ML mengaku, kalau satu keluarganya ketika dinyatakan positif dan menjalani Isoman sama sekali tidak pernah dikunjungi tim gugus terutama tim medis hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
Dirinya mengaku, Ia bersama istri dan anak-anaknya ketika menjalani Isoman petugas medis tidak pernah kontrol, bahkan obat vitamin atau suplemen maupun bantuan tidak satupun mereka terima.
“Jadi untuk mengetahui apakah sudah sembuh atau belum, kami sendiri yang datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk melakukan Swab test ulang,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).
Dikatakan, kondisi yang mereka alami merupakan contoh kecil dari ribuan pasien Isoman yang di perlakukan demikian di kota Dobo dan sekitarnya.
“Untunglah beta dan keluarga masih ada simpanan untuk kebutuhan sehari-hari dan itupun sangat susah, bagaimana dengan Basudara kita yang lainnya yang untuk makan dan minum dan kebutuhan keluarganya, mereka harus bekerja dahulu baru mendapatkan upah,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, namun tidak terungkap ke publik, bahkan tertutup rapat oleh tim gugus maupun Pemda Aru.
Sementara, lanjut dia, dengan begitu besarnya anggaran yang dialokasikan guna penanganan pandemi di Aru puluhan miliar, tidak di rasakan, jangankan sembako, obat vitamin saja tidak dapat.
“Kami di suruh di rumah tidak boleh keluar oleh pemerintah, sementara kami tidak di perhatikan, lalu makan minum, obat-obatan dapat dari mana, bagaimana imun tubuh menjadi kuat sementara vitamin atau suplemen saja tidak dapat, lalu anggaran puluhan miliar itu di pakai untuk apa,” tandasnya.
ML menambahkan, pengusaha Karoke saja bisa berikan bantuan sembako untuk sesama yang membutuhkan, sementara pemerintah dengan anggaran puluhan miliar diam dan tutup mata, apakah tidak malu bagi rakyatnya sendiri.
“Pengusaha saja bisa bagi sembako bagi basudara sekitarnya yang membutuhkan, apalagi Pemerintah yang anggarannya besar ini?,” paparnya.

