Site icon BeritaJar

Terlantarnya Proyek Pembangunan SDN 2 Dobo, Anakoda : Anak Kami Bagaikan Bola

Dobo, BeritaJar.com: Terlantarnya proyek pembangunan SDN 2 Dobo oleh kontraktor, Adi bin Hatim mendapat sorotan orang tua murid.

Sebagaimana yang di sampaikan salah satu orang tua murid SDN 2 Dobo, Bambang Anakoda mengaku, anaknya dan anak lainnya dibuat seperti bola, lalu di tendang kesana kemari.

Dijelaskan, Hingga anaknya lulus sekarang ini, sudah empat kali mereka dibuat seperti mainan, dari satu gedung ke gedung lainnya, dari sekolah yang satu ke sekolah lainnya.

“Sampe Beta pung ana lulus ini dong su pinda empat kali gedung, bahkan sampe dong seng sekolah karena su seng ada tampa for dong lai,” ungkap Anakoda dengan nada kesal.

Menurutnya, yang sangat mengganjal kasus tersebut sudah sampai di tangan penyidik polisi, bahkan sudah di periksa, baik itu kontraktor, konsultan pengawasan, PPK, maupun orang Dinas Pendidikan Aru.

Dan ketika itu lanjut Bambang, menunggu penetapan tersangka dan itu orang samua tahu.
Namun, tiba-tiba kasus ini diam hingga sudah tiga kali pergantian Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolf Bormasa kepada AKBP Eko Budiarto dan AKBP Eko Budiarto kepada AKBP Sugeng Kundarwanto.

“Sesuai informasi yang berkembang, Saya sangat berharap janji bapak Kapolres Kepulauan Aru saat ini, AKBP, Sugeng Kundarwanto, ingin membuka kembali kasus ini, benar-benar terlaksana dan jangan seperti sebelumnya,” ucapnya.

Anakoda juga berharap agar kasus SDN 2 Dobo ini dibuka kembali supaya siapa pun orangnya yang terlibat dalam proyek ini, baik itu kontraktor, konsultan pengawas, PPK maupun oknum di Dinas Pendidikan Kepulauan Aru dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya,” harapnya.

“Kasian, Katong pung ana-ana ini, dong harus tabuang kasana Kamari, karena dong bangunan lama su seng bisa pake lai, dari 4 atau 5 taong lalu sampe sakarang,” ujarnya. (tim)

Exit mobile version