Dobo, BeritaJar.com: Hampir 1 ton (835.5 kg) sampah campuran organik dan non organik dibersihkan dan di angkut oleh Badan Lingkungan Hidup Kepulauan Aru di kawasan Pantai Sipur, Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (17/6/2021).
Aksi Coral Triangle Day tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Laut Se-dunia dan Hari Segitiga Terumbu Karang oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Aru.
Direktur P4K KKP, M. Yusuf dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Sampah harus di atasi dengan bersama-sama atas kesadaran masing-masing perseorangan masyarakat khususnya di wilayah pemukiman padat penduduk pesisir pantai.
“Bapak Menteri memerintahkan agar kami turun langsung agar dapat mengkampanyekan dan mensosialisasikan untuk pengelolan dan mengatasi masalah sampah,” ucapnya.
Menteri KKP juga memerintahkan agar kita semua harus peduli dengan sampah, agar dapat mengurangi sampah-sampah yang ada di pesisir dan laut karna Sampah mengandung banyak penyakit.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey mengatakan penyelenggaraan kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan demi kepedulian atas masalah pengelolaan sampah laut di Aru.
Dikatakan, Permasalahan sampah laut di Kota Dobo dan juga di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Aru sangat kompleks.
Selain itu kata Sogalrey, sampah yang berasal dari aktifitas warga yang berdomisili di Kota Dobo, sampah juga berasal dari kegiatan nelayan dari Pulau Jawa yang singgah di Kota Dobo.
Bahkan sambungnya, Kota Dobo dijadikan tempat pembuangan sampah yang berasal dari kapal Pelni yang berlabuh, dan rata-rata menurunkan sampah sebanyak 5 ton setiap bulan.
“Oleh karena itu, kami sangat berharap kepedulian pemerintah pusat untuk memberikan dukungan bagi pengelolaan sampah di Kepulauan Aru,” ucap Sogalrey.
Lanjut dijelaskan, Sampah plastik telah menjadi ancaman yang serius, tidak hanya mengancam ekosistm dan biota laut, namun juga pada akhirnya dapat mengancam kehidupan manusia.
“Sampah plastik di laut dapat terurai menjadi mikroplastik yang akan dimakan oleh ikan atau biota laut lain, dan pada akhirnya akan menimbulkan masalah kesehatan kepada manusia,” urainya.
Untuk itu, Sogalrey berharap agar sampah laut khususnya sampah plastik harus dikelola dengan baik agar tidak bocor ke laut.
Dirinya menambahkan, kegiatan ini saling mengingatkan kita bersama tentang bahaya yang tersembunyi, yang dapat mengancam kehidupan anak cucu kita di masa mendatang, akibat kebiasaan kita selama ini membuang sampah ke laut.
“Saya mengajak masyarakat semua, tidak hanya di Kelurahan Siwalima ini, untuk mulai merubah kebiasaan tidak lagi membuang sampah ke laut.
Bahaya mikroplastik sudah mengancam kehidupan kesehatan kita, karena ikan yang kita makan bisa jadi sudah mengandung mikroplastik,” katanya.
Sogalrey berharap masyarakat menjadi sadar, bahwa kebiasaan membuang sampah ke laut pada akhirnya akan merugikan kesehatan kita sendiri, dan untuk itu harus dihentikan.
“Pemerintah Kepulauan Aru akan berusaha meningkatkan pengelolaan sampah secara optimal dan berkelanjutan,” pintahnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Pengendalian sampah dan lingkungan Kemenko Marves mengatakan, sampah plastik telah menjadi salah satu masalah utama laut dan pesisir.
Sampah-sampah plastik tersebut kata Marves, biasanya berasal dari pesisir pantai tempat objek wisata yang dibuang dan terbawah gelombang maupun berasal dari pelabuhan-pelabuhan pantai dan aktivitas nelayan di pelabuhan perikanan atau berasal dari rumah tangga di perkotaan kemudian dibawa oleh arus ombak dan bermuara di laut dan pantai.
Dijelaskan, Penumpukan sampah ini dinilai memberi dampak tersendiri bagi kelangsungan ekosistem laut dan pesisir karena sifat sampah yang sulit terurai dalam waktu yang sangat lama.
“Bahaya sampah plastik dapat mengakibatkan beberapa kerugian, seperti pencemaran tanah dan air yang berada di bawahnya, mengganggu rantai makanan, polusi udara dan dapat membunuh hewan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Kegiatan ini dihadiri Deputi pengendalian sampah dan lingkungan Kemenko Marves, Sukandar, Direktur P4K KKP, Muhammad Yusuf, Kasi Retorasi P4K KKP, Hendi Koeshandoko, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, Sekda Aru, Moh. Djumpa, Danlanal Aru, Letkol Laut (P) Choirur Roziqin, S.H., M.Tr(Hanla),M.M, Kajari Aru, Andi Panca Sakti, Kasatbinmas Polres Kepulauan Aru, AKP Olof Bembuain, Kadis DKP Aru, J.Gutandjala dan Kadis BPLH Kepulauan Aru, Fredik Gaite.

