Dobo, BeritaJar.com: Kembali lagi, satu pasien covid-19 berinisial NS (33) asal desa Tasinwaha Kecamatan Aru Utara Kabupaten Kepulauan Aru meninggal dunia di RSUD Cenderawasih Dobo.
Berdasarkan keterangan kades Tasinwaha, Hein Djabumir mengatakan, dirinya bersama NS dari desa ke Dobo hari Senin (14/6) kemarin dan dalam perjalan mereka diguyur hujan dan angin sehingga ketika tiba di Dobo, NS merasakan demam, selain itu NS juga ada bisul di kaki tepatnya di lutut kanan.
“Demam tidak kunjung baik, kemudian keluarga membawa dirinya (NS) ke IGD RSUD Cenderawasih Dobo,” ungkapnya.
Lanjut dijelaskan, dalam perawatan, petugas kemudian melakukan Swab test kepadanya dan ketika hasilnya di ketahui positif terkonfirmasi covid-19.
NS mendapat perawatan selama sehari di ruangan IGD RSUD Cenderawasih Dobo, hingga pada pukul 12.20 NS menghembuskan nafas terakhirnya dan alm baru di makamkan sekitar pukul 22.30 WIT di tempat pemakaman umum Aru, di kilometer 7 desa Durjela Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
Namun, sangat di sayangkan alm tidak di rawat di ruangan khusus penanganan covid-19 ketika hasilnya keluar, alm tetap di rawat di ruang IGD hingga dirinya meninggal dunia.
Terkait kondisi tersebut, direktur RSUD Cenderawasih Dobo, dr. Wati Gunawan ketika di konfirmasi Wartawan, Rabu (16/6/2021) mengatakan, Kemarin pas masuk tanggal 14 malam, pasien dalam kondisi belum stabil dan Saturasi rendah.
“Jadi harus distabilkan dulu, namun sampai tanggal 15 pagi belum bisa naik saturasi, jadi kita belum pindahkan, hingga akhirnya pasien meninggal dunia,” jelasnya.
Sementara terkait dengan adanya keluarga masuk melihat alm hingga peluk dan cium itu, Gunawan katakan tidak bisa buat apa-apa, karena kita (petugas kesehatan) di ancam oleh keluarga.
“Mereka ancam kita kalau berani dipindahkan mereka akan rampas jenazah dan dibawah pulang ke rumah, dari pihak keamanan pun sulit mengatasi mereka,” pintah Gunawan.

