Sogalrey Buka Siklas GPM Aru Selatan Ke-IX

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Sidang Klasis (Siklas) GPM Aru Selatan ke-IX resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, Minggu (30/5/2021) di jemaat Erersin yang dihadiri Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) GPM Pdt Elifa Tomix Maspaitella.

Dalam sambutan Wakil Bupati Muin Sogalrey mengatakan, Sidang klasis adalah forum sekaligus lembaga pengambilan keputusan tertinggi di tingkat klasis dan merupakan kegiatan tahunan sekaligus evaluasi dan perencanaan yang sangat strategis bagi umat, pelayanan dan lembaga yang merupakan hakikat dan tujuan kegiatan ini.

“Saya berharap ini adalah sebuah proses pembelajaran bagaimana menumbuhkembangkan sebuah sistem dan mekanisme pembinaan dan pembangunan umat yang ditopang oleh perencanaan partisipatif yang baik,” ucapnya.

Dikatakan, sidang klasis GPM Aru Selatan dipandang strategis dalam rangka mengintrospeksi dan mengevaluasi berbagai program dan kegiatan sekaligus memantapkan berbagai program kerja pelayan ke depan baik kegiatan internal maupun kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Disamping itu, lanjutnya, untuk lebih mempererat kebersamaan dan penyelarasan persepsi dalam mengembang menjalankan misi pelayanan di era adaptasi kebiasaan baru.

“Melalui sidang ini seluruh komponen gereja GPM harus Selatan diharapkan dapat turut memikirkan serta berani melakukan perubahan, pembaharuan dan menciptakan terobosan baru, sehingga eksistensi GPM sebagai lembaga gereja mampu menghadirkan pemulihan bagi semua umat dan alam ciptaan Allah di tengah konteks berbangsa dan bernegara,” ujar Sogalrey.

Wabup juga menyampaikan terima kasih atas seluruh perhatian dan dukungan seluruh warga GPM di Aru Selatan terhadap seluruh kebijakan program pemerintah daerah yang diberikan selama ini dalam progres dan proses di berbagai sektor pembangunan serta mendukung sinergitas TNI polri menjaga Kamtibmas serta kebersamaan yang kita raih dan uraikan misi terus kita kembangkan makan saat diterjang pandemi di tahun 2020.

“Saya berharap sidang ini bukan saja memenuhi predikat penghormatan terhadap konsul konstitusi itu lembaga tetapi lebih daripada itu adalah menjadi sebuah pengakuan iman untuk perkuat sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dengan gereja untuk memperoleh capaian pembangunan yang lebih progresif dan menjanjikan kedepannya,” tambahnya.

Disamping itu sambung Sogalrey, tantangan yang dihadapi gereja masa kini adalah bagaimana gereja tetap bekerja di tengah masyarakat post modern melalui misi yang kontekstual.

“Kuatnya sekularisasi yang mengesampingkan ajaran agama atau keyakinan yang konservatif dilawankan dengan pluralisme menguatkan identitas keagamaan di ruang publik, terorisme, peperangan yang merusak mata rantai perdamaian serta memutuskan sikap toleran yang sejati. Marilah kita hadir membuka jendela dunia dan mengubah paradigma dunia tentang perbedaan dalam wawasan Pancasila yang menjadi payung kesatuan dalam keberagaman,” urainya lagi.

Oleh sebab itu, tambah Wabup, sejatinya jika dalam persidangan seperti ini warga GPM di tingkat klasis dapat pula melihat pembangunan dan pelayanan umat dalam perspektif bersama dalam bingkai pembangunan secara utuh, sebagai upaya bersama mewujudkan peningkatan kesejahteraan di daerah yang sama-sama kita cintai dan banggakan.

“Kepada peserta persidangan, saya berharap untuk mengikuti kegiatan dengan baik,” ungkapnya.

Ditambahkan, Perbedaan pandangan adalah merupakan kekayaan yang perlu dilihat sebagai cara gereja meramu dan mengakomodir sebuah persoalan keumatan untuk itu hindari silang pendapat yang tidak berarti tetapi bangunlah komunikasi dan kerangka pikir yang konstruktif demi pengembangan kelas ini kedepannya lebih baik.