Site icon BeritaJar

Antisipasi Bencana, Pemkab Aru Gelar Apel Gabungan Siaga Bencana

Dobo, BeritaJar.com: Guna memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar Apel Bersama Siaga Penanggulangan Bencana yang berlangsung di lapangan Yos Sudarso Dobo, Jumat (28/5/2021). Apel ini melibatkan TNI-Polri dan Basarnas Kepulaun Aru.

Apel yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey tersebut dalam rangka mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya Bencana Alam di Kabupaten Kepulauan Aru.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Lanal Aru, Letkol Laut (P) Choirur Roziqin,S.H.,M.Tr.(Hanla).M.M, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Sugeng Kundarwanto,S.H, Ketua Pengadilan Kelas II Dobo Maju Purba, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf.Bakri Renhoat, Kordinator Unit Siaga SAR Kepulaun Aru Renhard Loppies, Kabag Ops Polres Aru AKP, Jandri Alfons, S.Sos dan Kepala BPBD Kepulauan Aru Fredrik Hendrik serta Stakeholder lainnya.

Wakil Bupati Aru dalam sambutannya menyampaikan, gelar pasukan hari ini merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap kesiap siagaan baik dari kekuatan personil dan material dalam menghadapi potensi kerawanan terjadi bencana alam di Kabupaten Kepulauan Aru.

Menurutnya, Pelaksanaan apel ini dinilai perlu dilaksanakan secara bersama-sama baik dari unsur TNI, Pemkab Kepulauan Aru serta instansi terkait yang ada, untuk melakukan pemantapan kesiapan jajaran Polres Kepulauan Aru, Satuan TNI dan Pemda Kabupaten Kepulauan Aru serta instansi terkait dalam mengantisipasi segala bentuk bencana alam yang terjadi.

“Kehadiran Polri, Satuan TNI dan Pemda serta para stakeholder terkait secara langsung, dapat mewujudkan stabilitas yang mantap dan kondusif di bumi jargaria,” ucap Sogalrey.

Dikatakan, Sebagaimana kita ketahui bersama Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif kepreventif (Pengelolaan Resiko Bencana) Penanggulangan bencana adalah suatu proses yang dinamis.

“Dengan melihat kondisi geografis wilayah kita yang terkategori rentan bencana, maka tentu menuntut kesiapsiagaan kita semua dalam penanganannya,” jelasnya.

Selain itu, kata Sogalrey, dalam konsep penanggulangan bencana, pelibatan seluruh elemen masyarakat dan stakeholders lintas sektor sangat diperlukan, sebab selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan dapat turut berperan aktif dalam proses penanggulangan bencana.

“Tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korean jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar, serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas, baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan kehidupan bermasyarakat,” sambungnya.

Oleh karenanya, tambah Wabup, dampak yang ditimbulkan dari bencana merupakan urusan semua pihak dan pentingnya kita semua memahami risiko dan berbagi peran dan tanggung jawab.

“Ilustrasi diatas telah memberikan logika penting bahwa mari kita berinventasi kesiapsiagaan pada pra-bencana agar dampak bencana yang ditimbulkan dapat ditekan, dampak ekonomi bisa lebih murah, dan bermanfaat bagi keberlangsungan usaha dan mata pencaharian masyarakat,” ujar Sogalrey lagi.

Berdasarkan begitu pentingnya kegiatan tersebut Sogalrey mengapresiasi kepada segenap jajaran TNI/ Polri, BPBD dan Basarnas serta Masyarakat luas yang turut berpartisipasi dalam pencegahan bencana dalam masa pandemi di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Oleh karena itu, melalui apel kegiatan kita di hari ini saya mengajak kita semua memegang salah satu prinsip fenomenal dalam menghadapi bencana yaitu “Mencegah Lebih Baik Daripada Meratapi ” takdir itu pilihan saat kita masih diberi kesempatan memilih takdir yang lebih baik mengapa menunggu takdir yang berujung pada bencana karena itu sekali lagi saya mengajak kita semua mari kita cegah bencana yang sewaktu-waktu bisa ada di Kabupaten Kepulauan Aru yang kita cintai ini,” tutup Sogalrey.

Exit mobile version