Site icon BeritaJar

Pemkab Aru Ikut Rakor Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2020

Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru ikut Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak tahun 2020, Rabu (14/4/2021) bertempat di Lantai II kantor Bupati Aru.

Kegiatan Rakor yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat ini secara Virtual dihadiri Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga, Wakil Bupati Muin Sogalrey, SE, Sekda Aru Drs. Moh. Jumpa, M. Si, Ketua DPRD Udin Belsigaway, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Choirur Roziqin, SH. M. Tr. Hanla, Kapolres Kepulauan Aru diwakili Wakapolres Kompol Yosep O.F. Renyaan, Kajari Kep.Aru Andi Panca Sakti S.H,.MH dan Asisten III  Bupati Kep.Aru Gabriel Morwaring.

Pada kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya kepada Bapak/Ibu menjadi Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota, Bupati/Wakil Bupati.

“Jabatan yang telah di berikan adalah kehormatan namun mempunyai tanggung jawab yang besar dan berat, oleh sebab itu saudara-saudara mengikuti yang ada, harus gol, orientasinya berhasil, jangan mengikuti rutinitas, harus bekerja lebih tinggi dan cepat, karena saudara-saudara bekerja hanya lima tahun,” ujarnya.

Dikatakan, Dalam bekerja jangan hanya membaca laporan, kontrol di lapangan, inovasi kecepatan, ketepatan sangat di butuhkan dalam bekerja saat ini. Bapak/Ibu sekalian harus fokus dan skala prioritas jelas, sehingga anggaran keluar lebih fokus dan jelas. Buat 1-2 atau 3 prioritas sehingga anggarannya dilihat oleh masyarakat.

Jokowi mengingatkan, Hati-hati belanja aparatur dan bangunan di lihat, usahakan agar belanja pembangunan, modal itu lebih besar dari aparatur, kalau sdh ketemu belanja, jangan sampai di bagi masing-masing Unit/Dinas.

“Saya mau di Daerah-daerah, Sekolah-sekolah, jalan-jalan, dan pasar, selesaikan dalam satu tahun, mana yang prioritas dan mana yang unggulan, Jangan anggaran di ecer-ecer ke Unit dan lain-lain, sehingga masyarakat tidak menikmati. Hati-hati dengan anggaran ini, karena saudara-saudara/bapak/ibu di daerah dan kota, harus berani, kalo tidak konsolidasikan, menejemen dan anggaran akan tercecer, jangan bekerja terjebak dengan rutinitas,” pesan Presiden.

Menurut Jokowi, Saat ini kita masih fokus rekafery kesehatan dan ekonomi dan untuk kesehatan, tugas bapak dan ibu harus terkelola dengan baik, karena covid-19 ini tidak kelihatan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pencegahan harus prioritas dan konsisten. Jangan sampai tergesa-gesa menangani masalah covid-19, hati-hati per sektor agar dampak ekonomi tidak menurun, saat ini kasus harian nasional mencapai 4000 kasus.

“Untuk itu jangan melokdown Kota, Kabupaten, tapi kita harus melihat di Desa-desa, dan sosialisasikan protokol kesehatan yang di bantu TNI/Polri dan forkopimda, juga control yang membutuhkan pengobatan. Dukung penuh program Vaksinasi dengan baik dan sasaran yang jelas, nakes, pelayan publik, lansia, lokasi-lokasi yang mobilitasnya tinggi, dengan cara ini pemulihan kesehatan semakin baik,” tegas Jokowi.

Sedangkan untuk Ekonomi, kata Jokowi, Banyak masyarakat yang di PHK, oleh karena itu APBD bisa memberikan program-program padat karya, untuk memberikan lapangan pekerjaan, untuk membangun ekonomi, irigasi, sekolah padat karya.

Kemudian segera ekseskusi bantuan sosial dari pusat dan daerah. Bantu Micro usaha kecil, karena akan mempergerakkan ekonomi daerah. Dan juga Investasi agar dapat Berikan dukungan pelayanan penuh kepada investasi baru.

Presiden menambahkan, hampir semua negara berjalan dengan program investasi, Undang-undang cipta kerja, daerah harus mendukung penuh jangan mempersulit ijin investasi, karena investasi menciptakan lapangan kerja di daerah dan apabila dipersulit ijin akan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“APBD dan APBN tidak akan naik yang siknifikan, sebab itu saya menekankan program investasi. Memberikan inkam daerah, dari situ kita bisa menarik pajak retribusi, yg paling besar pajak perusahaan dan PT. Oleh sebab itu dukung penuh yg ingin berusaha, biar bangkit,” ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan agar hati-hati dengan kuartal ke-2 bulan April, Mei dan Juni. Pertumbuhan ekonomi kita bisa naik atau tidak.

“Kita harus bisa, paling tidak kuartal ke-2 kita bisa naik 70 persen, dimana kuartal berikutnya bisa lebih baik,” ucap Presiden Jokowi .

Exit mobile version