Ketua Sinode Resmikan Gedung Gereja Betlehem Kobaseltimur

oleh -
oleh


Dobo, Tribun-Aru.com
: Gedung Gereja Baru “Betlehem” jemaat GPM Kobaseltimur Klasis Aru Tengah akhirnya diresmikan oleh Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Pdt Drs.A.J.S.Werinussa, M.Si, Minggu (13/12/2020).

Pada peresmian itu, Ketua Sinode di dampingi Wakil Ketua MPH Sinode Pdt.P. Refialy,.M.Th, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga, Ketua Klasis Aru Tengah, Pdt J. Rumkeny, Dandim 1503/Tual Letkol Inf Mario Christian Noya dan Ketua Klasis Pulau-pulau Aru, Pdt Hengki Mussa.

Ketua MPH Sinode GPM Pdt Drs.A.J.S.Werinussa, M.Si dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada jemaat Kobaseltimur yang telah membangun Gedung Gereja Betlehem.

“Sebagai pimpinan Gereja saya mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia pembangunan, Pemerintah Daerah, basudara muslim, dan semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian gedung gereja ini,” ucapnya.

Dirinya berharap, gedung gereja tersebut dapat digunakan sebagai rumah penyembahan kepada Allah sang kepala gereja.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru, dr Johan Gonga dalam sambutannya mengatahkan bahwa Pemda Aru akan sepenuhnya mendukung  GPM dalam membangun umat.

“Pembngunan umat GPM, menjadi tanggungjawab bersama, dan Pemerintah Daerah akan sepenuhnya mendukung, program-program dari kerja dari GPM” ungkap Gonga.

Gonga juga memberikan Selamat untuk Jemaat GPM Kobaseltimur yang sudah boleh mengresmikan gedung gereja betlehem.

“Semoga gereja ini dapat di gunakan sebagi wadah pembangunan keumatan yang bertaqwa kepada Tuhan,” katanya.

Sebelumnya, Prosesi pentabisan dimulai dengan arak-arakan para pendeta dan majelis membawa cawan dari gedung gereja sementara menuju gedung gereja baru dan dilanjutkan dengan ibadah pentabisan yang dipimpin oleh Ketua Sinode .

Diketahui, Pembangunan Gedung Gereja Betlehem dengan menggunakan dana kurang lebih Rp 800 juta, yang bersumber dari Hibah Pemerintah Provinsi, Hibah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Bantuan dari keluarga muslim, dan usaha panitia pembangunan.

Pembangunan gedung gereja tersebut lebih kurang 4 tahun pembangunan, sejak proses peletakan batu alasan pada 27 November 2016 dan di resmian minggu 13 Desember 2020.