Pada kesempatan itu, Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, Sogalrey mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang memiliki prakarsa dan An-niyah Asimatul quilti untuk melaksanakan pembangunan masjid Nur-Jannah jamaah Koba Seltimur ini.
Sogalrey mengatakan bahwa masjid merupakan sebaik-baiknya tempat ibadah di muka bumi ini, di sanalah tempat peribadatan seorang seorang hamba kepada Allah, dengan tujuan memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata.
“Dari sanalah titik pangkal penyebaran Tauhid Allah Subhanahu Watalla adalah memakmurkan masjid Allah yaitu dengan cara mengisinya dengan ketaatan kepada Allah dan rasulnya,” ucap Wabup Aru dalam sambutannya.
Lanjut dikatakan, bentuk memakmurkan masjid bisa pemakmuran secara lahiriah maupun batin. Menurutnya, secara batin yaitu memakmurkan masjid dengan sholat jamaah, tilawah Al-quran, dzikir yang syari, belajar dan mengajarkan ilmu agama, kajian-kajian ilmu dan berbagai ibadah yang di contohkan oleh rasulullah Saw. Sedangkan pemakmuran masjid secara lahiriah adalah menjaga fisik bangunan masjid sehingga terhindar dari kotoran dan gangguan lainnya.
Muin menjelaskan bahwa Ikhtiar membangun dan memakmurkan masjid merupakan perintah agama, dan rasulullah Saw pun menganjurkan kepada umatnya untuk membangun masjid di mana saja mereka berada.
“Para sahabat telah mendalilkan bahwa rasulullah Saw telah menyuruh kami membangun masjid di tempat tinggal kami dan supaya kami menjaga kebersihannya,” tambahnya.
Dari hadist ini dapat kita pahami bahwa dalam membangun masjid itu bukan hanya sekedar memelihara dan melestarikan warisan melainkan juga merupakan perintah baik dari Allah maupun rahsullnya dalam Al-quran diisyaratkan betapa pentingnya sebuah masjid sebagai ajang ber-fastabiqul khairat( berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan).
Selain dari pada itu, sambung Wabup, ikhtiar membangun dan memakmurkan masjid adalah wujud bagi umat islam untuk memupuk dan menyebarkan nilai-nilai keislaman seperti cinta pada sesama, cinta pada tanah air, cinta pada kemanusiaan, cinta pada keadilan, cinta pada kebenaran, cinta pada keindahan, cinta pada pengetahuan, cinta pada kedamaian dan lain-lain adalah sederet nilai yang membuat wajah islam sejuk dan menyejukkan.
“Islam semacam ini yang sejatinya kita pertahankan kita terapkan dalam kehidupan kita sekarang,” terang Sogalrey.
Dirinya menjelaskan, Sesuai dengan nama dan cita-citanya yang mulia masjid Nur-Jannah yang saya yakin jamaah di kobamarseltimur insya Allah akan menjadikan masjid ini sebagai tempat untuk melaksanakan fungsi sesuai tuntunan nabi Muhammad SAW, dan insya Allah benar-benar akan memancarkan cahaya islam, serta persaudaraan dan kerukunan bermasyarakat, berbangsa dan tata pergaulan antar umat di Jargaria Swakarisa.
Wakil Bupati Sogalrey juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kecamatan Aru Tengah, pemerintah Desa Koba Seltimur, Panitia Pembangunan serta semua pihak yang membantu dan terlibat langsung dalam proses pekerjaan pembangunan ini.
“Saya berharap lewat peletakkan batu pertama ini, merupakan tanda bahwa kita sedang berjanji dengan Allah untuk membangun sebuah masjid bagi umatnya. Percayakan kepada Pemda dan para tukang mengerjakan pekerjaan mulia ini, sebab saya yakin bahwa dalam falsafah hidup orang adi kaka, Sita Kaka Walike dapat menjadi inspirasi pemersatu kita dalam keimanan kepada Allah SWT, masjid ini akan di selesaikan tepat pada waktu yang telah di rencanakan,” ungkapnya.
Dalam momentum ini Muin juga menyampaikan pesan iman bagi kita bahwa, masjid memiliki potensi-potensi umat yang besar dan hal itu bisa digerakkan secara optimal, maka saya yakin selain akan menghasilkan peningkatan bagi kesejahteraan umat, juga insya Allah akan melahirkan generasi santri-santri, calon-calon pemimpin umat dan bangsa yang mampu memberikan warna dan nilai-nilai islam yang Rahmatan Lil Alamin.
“Marilah kita kembali ke masjid, dalam arti membina kehidupan sebagai pribadi, keluarga dan umat agar selalu terpaut dengan masjid sebagai “Rumah Allah” yang memancarkan nilai kesucian, kebenaran, ketundukan jiwa kepada Al-khalik serta kesetaraan derajat manusia,” ajak Wabup Muin Sogalrey.

