Site icon BeritaJar

Wabup Aru Hadiri Pemasangan Tiang Alif, Qubah dan Peresmian Masjid Al-Muttaqin di Desa Waifual

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE menghadiri pemasangan tiang Alif, Qubah dan Peresmian Masjid Al-Muttaqin serta Khinatan Massal di desa Waifual Kecamatan Sir-Sir, Sabtu (08/08/2020).

Hadir pula dalam acara itu, Sekertaris Daerah Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, Ketua DPRD Aru Udin Belsigawai, sejumlah unsur Forkompinda Aru, Camat Sir-Sir, Tokoh Agama dan para undangan lainnya serta Masyarakat Waifual yang turut hadir.

Pantauan media ini dilokasi, Iringan shalawat dikomandangkan saat dibawakannya tiang Alif dan Qubah dari Pelabuhan Waifual menuju ke menara masjid desa Waifual untuk dipasang oleh para toko agama dan tokoh adat setempat serta disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Muin Sogalrey bersama Ketua DPRD Udin Belsigawai.

Selanjutnya acara dimulai dengan pembacaan ayat suci dan laporan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Muttaqin desa Waifual.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Muin Sogalrey memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua elemen masyarakat, para Tokoh Agama yang terus berzyiar melaksanakan Sunnah dan perintah Allah membangun masjid sebagai tempat ibadah.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Pembangunan Masjid merupakan Starting Point (Titik awal) pembangunan peradaban Umat Muslim, karena Masjid selain berfungsi sebagai tempat lbadah, Masjid juga merupakan pusat peradaban lslam, dan tempat suci bagi umat Islam, juga wadah bagi umal Islam membina Jamaah dalam menghadapi pcrsoalan hidup sekaligus berfungsi untuk tempat menyelesaikan persoalan keumatan dalam Kaidah dan Faedah Kebhhinekaan iman, masyarakat kepada Allah Subhanu Wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya dalam sambutannya. 

Menurut Sogalrey, dalam mewujudkan tujuan membangun Masjid, tentunya tidak hanya berlandaskan pada bangunannya secara fisik semata, namun lebih dari itu, harus pula disertai dengan tujuan peningkatan 

kwalitas pemahaman kita terhadap ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam agama Islam itu sendiri.

Oleh karena itu menyadari akan peran dan fungsi Masjid tidak sekedar ditunjukan sebagai tempat ritualitas ibadah semata akan tetapi lebih dari itu, masjid harus dibangun dengan beragam aktifitas yang mampu berperan dalam memberikan pembinaan kepada umat, terutama masalah pembinan aqidah, akhlak, ibadah dan pembinaan sosial kemasyarakatan. 

“Kubah Masjid yang dipasang hari ini merupakan sebuah symbol persatuan dan kesatuan seluruh Jemaah di Desa Waefual yang dengan kerja keras mengerjakan Kubah Menara dan Mihrab yang berfungsi sebagai atap Masjid dan juga sebagai penanda sebuah bangunan Masjid,” kata Wabup Muin.

Dirinya menambahkan, Hal ini tentu tidak sebatas itu, karena sejatinya kubuh ini sekedar menampilkan kemegahan dan keindahan belaka. namun lebih dari itu Kubah juga memiliki fungsi sebagai penanda arah Kiblat dari bagian luar dan menerangi hagian interior Masjid. 

Sogalrey juga menjelaskan, Kubah Masjid sangat mungkin memiliki makna yang lebih dalam, karena merupakan Simbol Kubah Surga dan menjadi Simbol Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT. 

“Saya bangga dengan kerja sama semua pihak, yang dapat membantu saudara-saudara kita di desa Waifual dalam menjalankan amanah Rasulullah Nabi Muhamad Shallallahu Alaihi Wa Sallam Junjungn Iman kita,” urainya.

Dijelaskan pulah bahwa, Filosofi tiang alif melambangkan nilai ketauhidan. karena Alif merupakan Alfabetikal pertama dalam banasa Arab Pun saat pertma kali Al Qur’an disampaikan Allah SWT melalui malaikat Jebril kepada rasul yuitu: “Iqra” dalam (Al-Qur’an Surah Al Alaq) diawali dengan huruf Alif. 

Disisi lain tambah Muin, tiang Alif ini merupakan “Pembeda” antara tempat peribadahtan.  Tiang Alif diyakini adalah sebab dari segala sesuatu dan ia adalah kehormatan umat manusia dalam menjalani hidupnya. Sehingga proses pemancangan tiang di puncak Kubah pun tidak sembarangan. 

“Saya bangga dan sempat mencucurkan air mata pada saat Kumandang Azan mengiringi momen prosesi adat dalam arak-arakan bersama dari dobo sampai ke Waifual,” sambungnya.

Dijelaskan Hal ini menegaskan begitu kokohnya persekutuan kita sebagai orang Basudara, ade kaka Sita Kaka Walike yang terus bergolong royong dalam melaksanakan tujuan yang mulia ini untuk mengagungkan dan menjunjung tinggi Kasih Allah SWT pencipta Alam Semesta.

“Saya berharap Jamaah di Waifual dapat menyambut baik upayah bersama Pemerintah Daerah Para Imam dan Remaja Masjid Dobo serta seluruh pihak yang terus bergandengan tangan mewujudkan harapan dan cita-cita bersama untuk Aru yang beriman dan bertaqwa, sehingga pembangunan masyarakat yang ditingkatkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Aru dapat berdampak bagi seluruh masyarakat khususnya di desa Waifual yang kita sama-sama cintai,” ungkap Muin Sogalrey.

Usai memberikan sambutan, Muin Sogalrey bersama Ketua DPRD Udin Belsigawai Didampingi unsur Forkompinda dan tokoh Agama langsung meresmikan Masjid Al-Muttaqin Waifual yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Diketuai juga bahwa pada kesempatan acara tersebut dilaksanakan acara Khitanan Massal yang dilakukan oleh Pemuda masjid Dobo.

Exit mobile version