Site icon BeritaJar

BPS Aru Gelar Sosialisasi Sensus Penduduk 2020

Dobo, BeritaJar.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Aru menggelar sosialisasi sensus penduduk menuju  satu data kependudukan Indonesia, bertempat di lantai II BPKAD Aru, Jumat (7/2/2020).
Wakil Bupati kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE dalam sambutannya sekaligus membuka sosialisasi tersebut mengatakan, tugas utama BPS adalah sebagai instansi penyedia data yang dibutuhkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, data yang dihasilkan oleh BPS memiliki nilai yang penting dan sangat strategis terutama dalam pengambilan kebijakan publik.
“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak akurat juga, begitu pula sebaliknya. Kebijakan yang tepat tentu akan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran, efektif dan juga eflsien,” katanya.
Selain sebagai bahan pengambilan kebijakan, lanjutnya data yang dihasilkan juga digunakan untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil kinerja pemerintah selama ini.

Dikatakan, Salah satu cara yang dilakukan oleh BPS untuk menghasilkan data adalah dengan melaksanakan sensus. Menurut Pasal 8 UU Nomor 16 tahun 1997, kegiatan sensus oleh BPS dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dengan rincian, Sensus Penduduk pada tahun yang berakhiran 0, Sensus Pertanian pada tahun yang berakhiran 3, dan Sensus Ekonomi pada tahun yang berakhiran 6.
Menurutnya, Berdasarkan dasar hukum tersebut, pada tahun 2020 ini, BPS akan menyelenggarakan Sensus Penduduk di seluruh wilayah Indonesia. Sensus Penduduk tahun 2020 merupakan sensus ke tujuh yang diselenggarakan BPS sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1961.
“Ada yang berbeda pada penyelenggaraan Sensus Penduduk 2020 nanti. Jika periode sebelumnya Sensus dilakukan dengan menanyakan data-data kependudukan kepada masyarakat dengan wawancara secara langsung, pada Sensus Penduduk 2020 akan menggunakan metode kombinasi. Artinya, dalam pelaksanaannya BPS akan menggunakan data kependudukan dari Dirjen Dukcapil sebagai pintu masuk untuk melakukan pendataan di lapangan,” ujar Wabup.
Lanjut dikatakannya, Kolaborasi antara BPS dan Kemendagri sebagai pemilik data kependudukan telah terjalin dengan baik dan telah dilakukan penyerahan database kependudukan secara nasional oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta.
Pentingnya data sensus bagi pembangunan yaitu sebagai landasan dalam perencanaan kebijakan. Data-data hasil sensus dapat menjadi acuan wilayah maupun sektor mana yang diprioritaskan untuk segera diperbaiki.
“Belum lama ini, presiden mengeluarkan Perpres Nomor 39 Tahun 20 19 tentang Satu Data Indonesia. Kaitannya dengan Satu Data Indonesia, pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 akan mendorong terwujudnya Satu Data Kependudukan. Sebagaimana kita tahu, saat ini terdapat perbedaan data kependudukan yang berasal dari BPS dan Dirjen Dukcapil,” ucap Sogalrey.
Perbedaan ini kata Wabup, disebabkan oleh adanya perbedaan konsep dan definisi serta perbedaan kode referensi dan harapannya dengan adanya payung hukum tersebut, data-data yang beraneka ragam dari berbagai instansi akan menjadi satu sumber data yang terpercaya dalam bentuk Portal Satu Data. Sehingga melalui Sensus Penduduk 2020 nanti akan menjadi momen menuju Satu Data Indonesia.
“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, mari kita turut serta menyukseskan Sensus Penduduk 2020,” ajak Wabup
Wabup juga menambahkan, Terdapat dua Tahapan dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Tahap pertama yaitu sensus online yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari-31 Maret 2020. Sensus online ini dalam pelaksanaanya selama tercakup dalam jaringan internet semua penduduk dapat berpartisipasi dengan mengisi datadata kependudukannya di alamat web sensus.bps.go.id.
Setelah tahapan sensus online. berikutnya adalah wawancara yang dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan pendataan menggunakan kuesioner kertas.
“Untuk diketahui bahwa penduduk yang sudah mengisi sensus online secara lengkap, pada saat pendataan lapangan nanti petugas tidak akan banyak menanyakan kepada mereka yang telah mengisi sensus online, bahkan bisa saja tak perlu didata kembali karena datanya sudah terekam pada database,” sambung Sogalrey.
Untuk itu, Sogalrey menghimbau kepada masyarakat Aru untuk turut serta mengisi sensus online pada bulan Februari-Maret 2020 nanti.
Selain itu sambung Wabup, kita semua dapat mengajak keluarga, teman, handai taulan, komunitas dan lainnya untuk turut mengisi sensus online secara 
mandiri.

Exit mobile version