BeritaJar.com: Sesosok mayat berjenis Laki-laki tanpa identitas yang terdampar di pantai kompleks Zipur pantai Dobo, Jumat (27/12/2019) ditemukan warga setempat.
Berdasarkan informasi saksi Agustinus Benamen (53) yang juga berprofesi sebagai Nelayan menceritakan bahwa pada pukul 10.00 WIT, dirinya pergi ke pantai yang tidak jauh dari depan rumahnya untuk membersikan jaring ikan miliknya, tiba- tiba ada masyarakat lewat di jalan raya mengatakan bahwa yang terapung di laut itu sepertinya mayat.
“Awalnya saya lagi membersihkan jaring dan ada warga yang lewat dan bilang ada mayat di pantai akan tetapi saya tidak menghiraukan karena saya mengira itu plastik sampah warna hitam,” kata Benamen.
Selanjutnya, sekitar jam 14.00 WIT. Benamen selesai memperbaki jaring ikan miliknya kemudian dirinya merasa curiga benda apa tadi, sehingga saksi penasaran ingin mengetahui benda tersebut dan kemudian mengambil perahu kecil untuk pergi mengecek benda tersebut.
” Setelah Saya cek padahal betul benda tersebut adalah sesok mayat berjenis kelamin laki- laki,” ungkapnya.
Setelah saksi memastikan benda tersebut adalah sesosok mayat saksi langsung memberitahukan kepada warga yang tinggal di sekitar mayar terdampar bahwa ada sesosok mayat yang terdampar di laut. sehingga salah seorang warga langsung melaporkan kepihak Kepolisian Polres Kepulauan Aru.
Adapun ciri-ciri Fisik Mayat berjenis laki-laki itu yaitu Kulit sawo matang, Tinggi badan -+ 170 Cm, Mengunakan Baju kaos bola warna hitam betulisan ” 99 RANGGA ” Celana stret hitam panjang sampai di kaki.
Pukul 14. 20 WIT, Pihak Polres Kepulauan Aru tiba di tempat penemuan mayat dan langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Cendrawasi Dobo untuk di Otopsi.
Warga setempat mencurigai mayat tersebut adalah ABK kapal Nelayan ( dari Jawa ) karena dari keterangan tiap- tiap warga bahwa tidak ada anggota keluarganya yang hilang.
“Biasanya sering terdapat mayat yang terdapar di pantai atau warga ketemu di laut, kebanyak ABK kapal Nelayan yang sering berkelahi di atas kapal Nelayan dan kalau ada yang meninggal mereka sering buang kelaut,” ucap Hengky salah satu warga Dobo. (KK)
